Akhir tahun 2014 ini sepertinya membawa angin segar buat seluruh siswa di Indonesia, baik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Bagaimana tidak, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar & Menengah, Anies Baswedan secara resmi mencabut kurikulum 2013. Jum'at malam lalu (5 Desember 2014), surat keputusannya sudah mulai dikirim ke sekolah-sekolah. Namun penghentian kurikulum 2013 ini hanya berlaku bagi sekolah yang baru menerapkan K13 (Kurikulum 2013) selama satu semester, yakni sejak tahun ajaran 2014/2015 dan sekolah-sekolah tersebut kembali menggunakan kurikulum 2006 atau lebih dikenal Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada semester selanjutnya.
Sementara itu, ada pula sekolah-sekolah yang sudah menetapkan K13 selama tiga semester, yakni sejak tahun ajaran 2013/2014. Sekolah tersebut diharapkan tetap menerapkan K13 dan dijadikan sebagai sekolah pengembangan dan percontohan K13 untuk sekolah lain di sekitarnya. Sekolah yang sudah menerapkan K13 ini jumlahnya 6.221 dari 208.000 sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat. (sumber: detik.com)
Keputusan ini keluar karena masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti dalam kesiapan buku ajaran, sistem penilaian, penataran guru, dan lain-lain. Sehingga K13 ini perlu dikaji ulang.
Saya pribadi sih, setuju sama pak menteri. Lebih baik dievaluasi kembali K13 ini. Walaupun saya nggak secara langsung merasakan bagaimana rasanya, tapi adik saya yang "ketiban" kurikulum ini, jadi ya sedikit-sedikit tau lah, tentang pembelajaran di kurikulum 2013.
Pada tingkat SD, ada namanya buku tematik, yang terdiri dari beberapa mata pelajaran. Jadi, tiap sebuah tema, akan dikaitkan dengan dengan lebih dari satu materi pelajaran. Sebagai contoh, temanya alam. Misalnya, dari tema ini, disajikan sebuah peristiwa gunung meletus. Lantas dari peristiwa tersebut kemudian diberi sejumlah pertanyaan, mengapa terjadi gunung meletus, apa penyebabnya, bagaimana dampaknya, dan sebagainya (kaitannya dengan mata pelajaran IPS). Nah, uniknya buku ini, dari pelajaran IPS kemudian ada soal membuat deskripsi tentang gunung (kaitannya denga bahasa Indonesia), dan seterusnya. Kurang lebih begitu ilustrasinya.
Menurut saya sih, penyampaian materi K13 agak berantakam dan sulit dipahami ya. Siswa selalu diminta untuk diskusi kelompok dan presentasi, sehingga guru jadi berkurang peran mengajarnya. Siswa juga banyak yang mengeluh karena tambahan jam pelajaran sangat membebani mereka.
For your information, kurikulum 2013 ini dicetuskan oleh Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan & Kebudayaan pada era presiden SBY dan wapres Boediono. Menurut saya lagi, keputusan penggunaan K13 ini terkesan tergesa-gesa dan mendadak, karena baru gencar diperbincangkan menjelang akhir masa jabatan beliau. Entah karena K13 ini memang cocok diberlakukan di Indonesia sebagai sarana mencerdaskan bangsa, atau hanya untuk menunjukkan "Ini loh, prestasi saya selama menjabat sebagai menteri pendidikan, membuat kurikulum 2013." Tentu saja kutipan ini cuma persepsi saya pribadi. Hehe
Setelah penarikan K13 bagi sekolah yang baru menerapkan satu semester, dan tetap meminta kepada sekolah lain yang sudah tiga semester menggunakan K13 untuk melanjutkan, apakah tidak sulit untuk pak Anies Baswedan dan rekan-rekan kementriannya dalam menetapkan kebijakan pendidikan? Karena berarti saat ini di Indonesia berjalan dua kurikulum, yakni kurikulum 2013 dan KTSP. Ini merupakan tantangan yang cukup rumit untuk pak Anies dan kawan-kawan.
Dari yang saya tinjau di media sih, sepertinya banyak pihak yang mendukung penghapusan kurikulum 2013. Dan nampaknya pak Anies Baswedan akan mendapat jutaan ucapan terimakasih dari seluruh siswa di Indonesia. Atau malah sebaliknya?
Jadi, Anda termasuk yang setuju atau yang menolak kurikulum 2013? Silakan corat coret di kolom komentar.

0 komentar:
Post a Comment
thanks for comment :D